Ganti bohlam motor yang watt-nya lebih besar dari ukuran standar bukan obat ampuh untuk meningkatkan kualitas pencahayaan lampu motor. Kalau memaksa pasang lampu watt besar, siap-siap saja menanggung kerusakan di komponen kelistrikan.

Efek samping pemasangan bohlam berdaya besar pada motor dengan sistem kelistrikan (Alternator Current) dan DC (Direct Current) akan berbeda. Di sistem AC, spul menyuplai arus listrik yang terbatas untuk menyalakan bohlam lampu. Misal, bohlam standar di motor sobat berdaya 35 watt, lalu diganti bohlam 55 watt, spul akan menyediakan arus listrik yang sama untuk daya 35 watt. Akibatnya, bohlam berdaya lebih besar justru redup cahayanya karena kekurangan arus listrik.

Tidak hanya itu, akibat timpangnya permintaan daya listrik bohlam dengan aliran arus listrik, dapat mengakibatkan malfungsi pada spul. Ujung-ujungnya spul rusak dan biaya penggantiannya cukup mahal.

Sebenarnya, membuat lampu motor dengan sistem kelistrikan AC lebih terang justru dengan ganti bohlam motor berdaya listrik lebih kecil dari standar. Sebab, arus listrik yang dialirkan spul lebih besar dari kebutuhan lampu, sehingga cahaya yang dihasilkan menjadi semakin terang.

Sementara, pada sistem DC, karena listrik dialirkan langsung oleh aki, bohlam dapat mendapatkan daya listrik sesuai kebutuhannya. Tapi, peningkatkan suplai arus listrik membuat kinerja aki lebih berat. Sudah bisa ditebak ujungnya, yaitu aki lebih cepat tekor.

Sebelum mengganti bohlam di motor dengan sistem kelistrikan DC, Sobat harus memperhitungkan kapasitas aki. Jika aki masih bisa menopang bohlam dengan daya lebih besar dari standar, sah-sah saja mengganti bohlam. Tapi, kalau Sobat ngotot mau pakai lampu yang watt-nya jauh lebih besar dari standar, ganti aki dengan ampere lebih besar. Dengan catatan, kenaikan ampere aki tidak terlalu besar dari ampere aki standar.

, , , ,