Sejumlah sepeda motor menjadi korban Terjangan banjir sejak Rabu (1/1) di sejumlah wilayah di Jabodetabek. Kerusakan komponen vital menghantui motor-motor terendam banjir tersebut.

Air yang masuk ke dalam motor dapat merusak komponen kelistrikan dan mesin motor. Karena itu, sebaiknya motor yang terendam banjir langsung diangkut ke bengkel untuk diidentifikasi kerusakannya.

Jika kerusakan tidak begitu luas, masih bisa diatasi dengan servis ringan. Sementara itu, apabila mesin sudah bermasalah, harus dilakukan servis besar atau umumnya disebut turun mesin untuk diperbaiki dan diganti sparepart yang rusak.

Mengutip kompas.com, biaya servis ringan motor Honda di bengkel AHASS berkisar Rp 90.000 sampai Rp 150.000 (tergantung jenis motor). Sedangkan untuk servis besar mesin, dikenakan tarif jasa mulai Rp 250.000 hingga Rp 300.000, belum termasuk penggantian sparepart.

Untuk biaya servis motor Yamaha, seperti yang diberlakukan di bengkel Yamaha FPS Ulujami, mulai Rp 55.000 sampai Rp 120.000. Adapun biaya servis besar untuk perbaikan mesin keseluruhan dipatok harganya mulai dari Rp 300.000 untuk motor bebek dan matic reguler, Rp 350.000 untuk Maxi Series, Rp 400.000 untuk motor sport kapasitas mesin 155 cc atau lebih kecil, dan Rp 450.000 motor sport kapasitas 155 cc ke atas.

Ada beberapa sparepart yang wajib diganti setelah motor terendam banjir, yakni filter udara, busi, oli mesin, dan oli gardan (untuk motor matic). Harga filter udara original untuk motor Honda dan Yamaha jenis matic, cub, dan sport berkisar dari Rp 20 ribuan hingga Rp 120 ribuan.

Harga busi standar motor bervariasi dari Rp 15 ribu hingga Rp 80 ribu. Selanjutnya, harga oli mesin standar ukuran 0.8 ml sampai 1,2 liter rentang harganya mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu.

Kepala Bengkel Yamaha FPS Motor Zul Effendi menjelaskan, proses penangan motor terkena banjir sama dengan mekanisme servis biasa. Saat datang ke bengkel, motor akan diperiksa kondisinya oleh mekanik. Setelah itu, dapat diketahui masalah yang terjadi dan estimasi biaya perbaikannya.

“Kena banjir atau pun tidak, tetap melalui SOP perawatan awal,” tegas Zul saat dihubungi OTOMOTO Indonesia, Jumat (3/1).

Perawatan motor yang terkena banjir hendaknya dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan ulang penting untuk dijalankan beberapa hari setelah perbaikan selesai.

“Setelah melakukan perbaikan di bengkel, seharusnya kembali lagi untuk dicek ulang. Biasanya, seminggu setelah diperbaiki,” jelas Kepala Mekanik AHASS Daya Adicipta Motora (DAM), Wahyudin dikutip kompas.com.

“Minimal oli mesin dan oli gardan diganti lagi. Selain itu, dilakukan juga pengecekan pembakaran di busi,” saran Wahyudin.

Sobat yang ingin melakukan servis motor setelah terendam banjir atau servis rutin, dapat menggunakan fitur Booking Service di aplikasi OTOMOTO Indonesia. Fitur tersebut mempermudah Sobat menemukan dan menjadwalkan waktu servis di bengkel terpercaya di lokasi terdekat.

, , , ,