Bendera setengah tiang berkibar di seantero negeri, hari ini Kamis (12/9/2019). Pertanda negeri ini tengah berkabung selepas ditinggal salah satu putra kebangaan. Tuhan telah berkehendak mengambil Burhanudin Jusuf Habibie—Presiden ke-3 Republik Indonesia pada Rabu (11/9/2019) di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.

Habibie, sang Bapak Teknologi pergi meninggalkan serangkaian kenangan. Presiden yang juga insinyur pesawat terbang itu dikenal sebagai sosok yang inovatif, cerdas, dan tentunya peduli pada bangsa Indonesia. Hal-hal yang akan membuat bangsa ini terus mengenang Habibie

Pria kelahiran Gorontalo, 25 Juni 1983 itu telah melahirkan mahakarya bersejarah di Indonesia. Tahun 1995, dihadapan Presiden Soeharto, Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi memperlihatkan pesawat buatannya bersama sejawat di Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Kala itu Pesawat N-250 terbang dari Landasan Udara Husein Sastranegara Bandung mengitari cakrawala Jawa Barat dan kembali dengan selamat, membuat Habibie berhasil mengukuhkan dirinya sebagai insinyur pesawat terbang andal.

Beranjak dari cerita Habibie sebagai Presiden dan Ilmuwan, ia merupakan penggemar otomotif. Di rumahnya di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, terparkir puluhan mobil dan motor gede. Dalam sebuah video yang diungggah di platform Youtube, Zakia Adya Mecca memperlihatkan koleksi motor presiden yang dilantik tanggal 21 Mei 1998 itu.

Terdapat 11 motor yang nongkrong di garasi rumah Habibie. Beberapa di antaranya adalah motor Harley-Davidson jenis Softail. Ada pula Kawasaki Z1100, BMW R series keluaran sekitar tahun akhir 70’an sampai awal 80’an, dan beberapa jenis motor lainnya.

Salah satu momen mengenang Habibie mengendarai motor yang paling legendaris, yakni di kala dia memboncengi Presiden Soeharto di istana negara. Saat itu suami dari Hasri Ainun Besari memacu Suzuki VS400 milik Soeharto, mengenakan jaket, celana jeans, sepatu kulit, dan helm full face. Sementara Pak Harto mengenakan helm half face, jaket, celana bahan, dan sepatu kulit berpegangan ke pundak Habibie.

Habibie kini telah pergi. Tapi karya dan baktinya untuk bangsa ini tidak akan lekang oleh waktu. Ia telah memberikan contoh bagaimana seorang anak bangsa berdedikasi untuk negerinya dengan segenap usaha dan perjuangan. Selamat jalan Habibie!

, , , ,